Al Irsyad Tegaskan Hormat Bendera Bukan Syirik

Al Irsyad: Hormat Bendera Bukan Syirik! 

Al-Ustadz Abdullah al-Jaidi

Jakarta – Ketua Harian Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyah Tawangmangu, Sutardi, yang sebelumnya ngotot tidak mau menghormati bendera Merah Putih terancam mendapat sanksi dari yayasannya. Pihak yayasan mengklaim, Sutardi telah mengajarkan hal yang sesat.

“Sikap Al-Irsyad Al-Islamiyyah terhadap penghormatan bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya maupun terhadap lambang-lambang negara lainnya sesuai dengan fatwa-fatwa ulama Al-Irsyad tidak menganggap sebagai perilaku syirik dalam aqidah,” kata Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah Abdullah Djaidi.

Hal itu disampaikan Abdullah dalam rilis yang dikirimkan kepada detikcom, Jumat (10/5/2011). Fatwa itu telah dipraktekkan sejak berdirinya Al-Irsyad Al-Islamiyah sejak tahun 1914.

Abdullah mengatakan, Sutardi telah diperingatkan oleh yayasan karena ajarannya yang tidak sesuai tersebut. Abdullah juga meminta kepada Ketua Pembina Yayasan tersebut untuk memberikan sanksi yang sepadan terhadap Sutardi.

“Serta melakukan pembinaan agar dapat memahami secara benar tentang mabadi Al-Irsyad serta tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan pemahaman mabadi kepada para anak didik. Karena akan merusak citra organisasi di kalangan masyarakat,” kata Abdullah.

Dengan kejadian ini, Abdullah meminta bantuan pemerintah baik Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Hukum dan HAM dalam membenahi adanya rongrongan terhadap Al-Irsyad Al-Islamiyah. Abdullah khawatir ada pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menyusupkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan yayasan.

“Untuk itu, kami harapkan agar Pemerintah dapat merespons dengan baik apa yang menjadi concern dan harapan kami karena hal ini adalah demi kebaikan dalam menjaga NKRI yang sama-sama kita cintai,” kata Abdullah.

Sebelumnya, pengelola SD dan SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah Tawangmangu, Karanganyar, menolak upacara bendera karena menganggapnya syirik. Setelah dialog dengan Kemenag dan Pemkab, mereka akhirnya bersedia menggelar upacara bendera dan akan mengajarkan kepada siswanya untuk melakukan penghormatan terhadap Merah Putih. Pihak sekolah juga bersedia membuat pernyataan menentang keberadaan NII.

Sumber: Detik.com (10 Juni 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: